Teknologi informasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Kehadirannya telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia secara mendasar mulai dari cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, hingga berinteraksi sosial. Dampak positif teknologi informasi memungkinkan komunikasi tanpa batasan waktu dan ruang, serta kolaborasi massal dalam pengeditan teks dan produksi konten multimedia (Gay Querol Leiva, 2025). Menciptakan peluang baru seperti pekerjaan jarak jauh dan otomatisasi proses, serta mendukung proses global dan pertukaran informasi (Lebar & Veljković, 2023). Platform pembelajaran online telah mendemokratisasi akses ke pengetahuan, memungkinkan pelatihan yang fleksibel dan berkelanjutan (Gay Querol Leiva, 2025). Mengubah dunia menjadi desa global dengan ekonomi yang semakin bergantung pada manajemen informasi yang kreatif (Gowda B S, 2023). Kemudian dampak negatif penggunaan teknologi informasi dapat meningkatkan tekanan kerja, mengaburkan batas antara kehidupan kerja dan pribadi, serta mengurangi interaksi personal (Lebar & Veljković, 2023). Ketergantungan Teknologi Informasi pada teknologi Informasi dapat mempengaruhi kesehatan psikologis dan kesadaran manusia, mengaburkan batas antara dunia nyata dan virtual (Nekrasov et al., 2021),(Selezneva et al., 2020). Kesenjangan digital yang memisahkan mereka yang memiliki akses ke teknologi dari yang tidak (Gay Querol Leiva, 2025). Maka ada tantangan dan pertimbangan penggunaan teknologi informasi yaitu kekhawatiran mengenai privasi dan keamanan informasi menjadi perhatian utama dalam era digital ini (Gay Querol Leiva, 2025). Ketergantungan yang berlebihan pada teknologi dapat membuat individu dan masyarakat menjadi kurang aktif secara fisik dan lebih bergantung pada perangkat (Monga, 2018). Teknologi pendidikan telah mengalami transformasi signifikan seiring revolusi ilmu pengetahuan dan inovasi digital selama lebih dari satu abad. Perkembangan ini tidak terjadi secara linear, melainkan melalui tahapan evolusi yang dipengaruhi oleh temuan teknologi baru dan perubahan paradigma pedagogis. Dari penggunaan papan tulis kapur di abad ke-19 hingga implementasi kecerdasan buatan di abad ke21, setiap fase perkembangan membawa dampak struktural terhadap ekosistem pendidikan (Reiser, 2018). Pemahaman historis ini penting karena menunjukkan bagaimana teknologi tidak hanya menjadi alat bantu, tetapi turut membentuk ulang metode pengajaran, pola interaksi edukatif, dan bahkan filosofi pendidikan itu sendiri. Di era digital yang berkembang pesat, dunia pendidikan tak bisa lagi berpijak pada metode konvensional semata. Transformasi teknologi yang menyentuh setiap aspek kehidupan, menuntut dunia pendidikan untuk turut beradaptasi, bahkan berinovasi. (Haleem et al., 2022) Kelaskelas tak lagi dibatasi oleh ruang fisik; interaksi antara guru dan siswa kini bisa berlangsung lintas zona waktu dan geografis. Materi pelajaran bukan hanya disampaikan lewat papan tulis atau buku teks, tetapi juga melalui platform digital, aplikasi pembelajaran, dan kecerdasan buatan. Perubahan ini tak sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak agar pendidikan tetap relevan dan mampu membekali peserta didik dengan kompetensi abad 21. Teknologi telah membuka pintu menuju pembelajaran yang lebih personal, fleksibel, dan kolaboratif.(Kariippanon et al., 2019)
TEKNOLOGI INFORMASI PENDIDIKAN: MENINGKATKAN AKSES, KUALITAS, DAN INOVASI BELAJAR
Rp65.000
Kategori Pendidikan
Share
Jadilah yang pertama memberikan ulasan “TEKNOLOGI INFORMASI PENDIDIKAN: MENINGKATKAN AKSES, KUALITAS, DAN INOVASI BELAJAR” Batalkan balasan
Detail Informasi Publikasi
Penulis
:
Allans Prima Aulia, Fhajri Arye Gemilang
Editor
:
Muhammad Nazif, SE, MM, NCT, CPS, CDMS
ISBN
:
978-634-04-3785-0
Bahasa Utama
:
Indonesia
Tahun Terbit
:
2026
Jumlah Halaman
:
246 Halaman







Ulasan
Belum ada ulasan.