Buku ini menyajikan kajian komprehensif mengenai identifikasi, biologi, ekologi, serta strategi pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) yang menyerang berbagai komoditas pangan strategis seperti padi, jagung, dan kacang-kacangan. Pembahasan diawali dengan identifikasi morfologi dan gejala serangan hama utama—meliputi wereng coklat, penggerek batang, ulat grayak, hingga hama vertebrata seperti tikus dan burung pipit—serta penyakit penting akibat jamur, bakteri, virus, dan nematoda. Penekanan diberikan pada pemahaman siklus hidup patogen, mekanisme infeksi, dan interaksi faktor lingkungan dalam segitiga penyakit sebagai landasan untuk diagnosis dan pengelolaan yang tepat.
Secara sistematis, buku ini mengupas dasar-dasar entomologi dan patologi tanaman, mencakup morfologi, anatomi, klasifikasi serangga, serta strategi pertahanan tanaman terhadap patogen. Berbagai metode pengendalian diuraikan secara rinci, mulai dari teknik budidaya (sanitasi, rotasi tanaman, tumpang sari), pengendalian fisik-mekanik, hayati (pemanfaatan predator, parasitoid, patogen serangga), hingga pengendalian kimiawi dan semiokimia yang bijaksana. Konsep Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) menjadi fondasi utama dalam menyusun strategi yang menggabungkan prinsip-prinsip penghindaran, eksklusi, eradikasi, proteksi, resistensi tanaman, dan terapi, dengan mempertimbangkan ambang ekonomi serta dinamika epidemi penyakit.
Lebih lanjut, buku ini mengintegrasikan isu terkini terkait resistensi hama dan patogen terhadap pestisida, mekanisme terjadinya, serta alternatif pengendalian untuk memitigasi dampak negatif seperti resurjensi dan pencemaran lingkungan. Aspek keselamatan dan kelestarian ekosistem ditekankan melalui penerapan PHT sesuai regulasi di Indonesia, serta eksplorasi teknologi inovatif seperti pertanian presisi, penginderaan jarak jauh, kecerdasan buatan, rekayasa genetika, dan nanoteknologi. Dengan pendekatan yang holistik dan berbasis bukti ilmiah terkini, buku ini menjadi referensi esensial bagi akademisi, peneliti, praktisi pertanian, dan pengambil kebijakan dalam mewujudkan sistem produksi tanaman pangan yang berkelanjutan, produktif, dan ramah lingkungan.







Ulasan
Belum ada ulasan.