Buku Resistensi Antiparasit: Ancaman Tersembunyi dalam Kesehatan Hewan dan Ketahanan Pangan mengulas secara komprehensif fenomena resistensi antiparasit yang semakin menjadi tantangan penting dalam bidang kesehatan hewan, kedokteran hewan, peternakan, dan ketahanan pangan. Resistensi antiparasit tidak hanya menyebabkan berkurangnya efektivitas pengobatan, tetapi juga berimplikasi terhadap peningkatan biaya pemeliharaan dan pengobatan, penurunan produktivitas ternak, serta risiko kerugian ekonomi. Buku ini memberikan landasan pemahaman mengenai urgensi resistensi antiparasit pada tingkat global, faktor-faktor yang mendorong kemunculannya, serta berbagai contoh kasus resistensi yang terjadi pada parasit manusia maupun hewan.
Pembahasan buku selanjutnya mencakup klasifikasi parasit dan obat antiparasit pada hewan, konsep dasar resistensi, dinamika seleksi alam dalam populasi parasit, konsep refugia, serta mekanisme molekuler yang mendasari terbentuknya resistensi. Aspek epidemiologi turut dikaji melalui pembahasan mengenai faktor risiko, pola penyebaran, surveilans, dan deteksi resistensi. Secara khusus, buku menguraikan resistensi terhadap helminth, protozoa, ektoparasit, dan vektor, termasuk metode pengujian serta berbagai pendekatan untuk memahami perkembangan resistensi. Pendekatan tersebut memberikan gambaran bahwa resistensi merupakan proses biologis dan epidemiologis yang kompleks serta dipengaruhi oleh penggunaan obat, karakteristik parasit, kondisi inang, dan lingkungan.
Pada bagian akhir, buku menempatkan resistensi antiparasit dalam konteks dampaknya terhadap kesehatan hewan, kesejahteraan ternak, produktivitas, ekonomi peternakan, dan keberlanjutan ketahanan pangan. Buku juga membahas diagnosis dan deteksi resistensi melalui pendekatan konvensional maupun molekuler, serta strategi pengendalian melalui Integrated Parasite Management, manajemen refugia, penggunaan antiparasit secara rasional, dan pemantauan efikasi melalui FECRT. Keseluruhan pembahasan kemudian diarahkan pada perspektif One Health yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, disertai pembahasan mengenai kebijakan global, regulasi distribusi dan pengawasan obat antiparasit, serta tantangan implementasi pengendalian berbasis lintas sektor. Dengan cakupan tersebut, buku ini dapat menjadi referensi akademik bagi mahasiswa, peneliti, dokter hewan, tenaga kesehatan hewan, praktisi peternakan, serta pihak terkait dalam memahami dan mengembangkan strategi pengelolaan resistensi antiparasit secara terpadu dan berkelanjutan.







Ulasan
Belum ada ulasan.