Buku Sistem Penunjang Keputusan untuk Penggunaan Lahan Pertanian membahas mengenai pemanfaatan sistem penunjang keputusan dalam mendukung proses evaluasi dan perencanaan penggunaan lahan pertanian secara efektif, efisien, dan berkelanjutan. Buku ini berangkat dari kebutuhan akan metode evaluasi lahan yang mampu mengakomodasi kompleksitas karakteristik biofisik wilayah serta keterbatasan pendekatan konvensional. Landasan konseptual yang diberikan mencakup pengertian, komponen, klasifikasi, dan karakteristik Sistem Penunjang Keputusan (SPK), serta konsep evaluasi kesesuaian lahan berdasarkan kerangka FAO, metode parametrik Sys, prinsip matching, dan hukum minimum. Pembahasan tersebut menjadi dasar dalam memperkenalkan SPK-AWET sebagai pendekatan yang mengintegrasikan informasi dan analisis kuantitatif untuk menghasilkan informasi kesesuaian lahan yang lebih sistematis dan dapat ditelusuri.
Aspek metodologis buku difokuskan pada pengembangan tiga submodel utama, yaitu neraca air tanah, evaluasi lansekap dan sifat tanah, serta prediksi erosi dan daya dukung konservasi tanah. Neraca air digunakan untuk memperoleh informasi mengenai ketersediaan air melalui indikator Defisit Air Tahunan, sementara evaluasi lansekap–tanah digunakan untuk menilai kesesuaian karakteristik lahan terhadap persyaratan tumbuh komoditas. Pada aspek konservasi, prediksi erosi menggunakan pendekatan USLE dan dibandingkan dengan Tolerable Soil Loss (TSL) melalui rasio T/A sebagai indikator tingkat bahaya erosi. Ketiga keluaran tersebut kemudian diintegrasikan dalam SPK-AWET melalui proses standardisasi skor, matching, hukum minimum, serta indeks komposit sehingga mampu menghasilkan informasi kelas kesesuaian lahan sekaligus faktor pembatas yang memengaruhinya.
Keunggulan buku ini terletak pada keterpaduan antara landasan teori, pengembangan model, implementasi perangkat lunak, dan penerapan praktis. SPK-AWET diwujudkan dalam beberapa workbook berbasis Microsoft Excel yang dirancang untuk mengevaluasi berbagai komoditas atau sistem penggunaan lahan, dilengkapi dengan panduan praktikum, simulasi konservasi tanah, pemilihan jendela tanam, serta visualisasi spasial yang dapat diintegrasikan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Buku ini juga membahas keterbatasan data, tantangan validasi lapangan, serta peluang pengembangan teknis dan penelitian lanjutan. Dengan demikian, buku ini relevan sebagai referensi bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, praktisi pertanian, perencana wilayah, dan pemangku kepentingan yang membutuhkan pendekatan berbasis data dalam mendukung pengambilan keputusan penggunaan lahan, dengan tetap menempatkan SPK-AWET sebagai alat bantu analitis, bukan pengganti penilaian profesional maupun observasi lapangan







Ulasan
Belum ada ulasan.