Buku Smart Farming dan Transformasi Digital Pertanian: Konsep, Teknologi, dan Implementasi membahas perkembangan paradigma pertanian dari sistem konvensional menuju pengelolaan berbasis data melalui pemanfaatan teknologi digital dan sistem cerdas. Smart farming dipaparkan sebagai suatu ekosistem yang mengintegrasikan proses pengumpulan data (sensing), konektivitas, pengolahan data, dukungan pengambilan keputusan, hingga tindakan otomatis. Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan lahan, tanaman, sumber daya, dan proses produksi dilakukan secara lebih presisi, adaptif, efisien, dan responsif terhadap kondisi aktual. Buku ini juga menempatkan transformasi digital bukan sekadar sebagai adopsi perangkat teknologi, melainkan sebagai perubahan sistem yang melibatkan manusia, proses produksi, data, pasar, serta aspek kelembagaan.
Pembahasan buku selanjutnya mencakup berbagai komponen teknologi yang menjadi fondasi ekosistem pertanian digital, antara lain Internet of Things (IoT), sensor dan aktuator, konektivitas jaringan, big data, cloud computing, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), drone, citra satelit, Sistem Informasi Geografis (SIG), robotika, dan sistem otomatisasi. Teknologi tersebut dijelaskan berdasarkan fungsi dan keterkaitannya dalam mendukung proses produksi, mulai dari pemantauan kondisi tanah dan tanaman, pengelolaan irigasi dan fertigasi, analisis kondisi lingkungan, hingga prediksi dan optimasi keputusan. Buku ini juga memberikan perhatian terhadap kualitas data, interoperabilitas, keamanan siber, kalibrasi perangkat, pemeliharaan sistem, serta pemilihan teknologi berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan, sehingga implementasi smart farming tidak berhenti pada penggunaan perangkat, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi pengelolaan pertanian.
Pada akhirnya, buku ini menempatkan transformasi digital pertanian dalam kerangka pembangunan pertanian yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing. Pemanfaatan teknologi digital diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan penggunaan air, pupuk, energi, tenaga kerja, serta sumber daya lainnya, mengurangi risiko dan pemborosan, meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat efisiensi rantai pasok dan akses pasar. Namun, buku ini juga menegaskan bahwa keberhasilan smart farming sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia, kemampuan ekonomi, literasi digital, tata kelola data, model bisnis, dan dukungan kelembagaan. Dengan cakupan tersebut, buku ini dapat menjadi referensi akademis dan praktis bagi mahasiswa, akademisi, praktisi, penyuluh, pelaku agribisnis, maupun pengambil kebijakan dalam memahami dan menerapkan teknologi digital untuk mewujudkan sistem pertanian yang cerdas, tangguh, efisien, dan berkelanjutan.







Ulasan
Belum ada ulasan.